Skip to main content

Cinta yang memendam (waktu SMA)

Kenangan adalah suatu kejadian Kebahagiaan paling sederhana  ketenangan jiwa, seandainya ketenangan jiwa sudah tergadaikan hanya karena satu catatan pahit masa lalu, maka kedewasaan hanyalah angan-angan tanpa perwujudan, tentu saja demikian karena bukan lagi pembelajaran untuk hidup yang lebih baik, tapi pembenaran diri untuk menyelami kesedihan seperti katak dalam tempurung, merasa paling besar di dunianya dari masalah-masalah yang ada,apa lagi kenangan masa-masa sekolah yang tak pernah dilupakan.dan saya akan membahas sebuah pengalaman ku masa sekolah ku yang tak pernah aku lupakan yaitu cinta terpendam.
      Kenangan masa sekolahku yang tak pernah aku lupakan meskipun sahabat ku udah mulai lupa pada persahabatan karena udah sibuk pada pekerjaan masing-masing tapi aku selalu kukenang hingga akhir hayat ku,karna didalam diriku itu selalu terbayang bahwa itu pengalaman yang sangat berharga dalam diriku.
Dan dimasa-masa sekolah lah aku mengenal seorang gadis yang cantik baik pintar tapi agak pendiam.mulanya sejak pertama sekolah aku sudah naksir sama cewek itu tapi aku tidak samggub untuk menyapa dia apalagi untuk ngobrol sama dia untuk mengungkap kan perasaan ku sama dia dan hari terus berjalan dengan seiringnya waktu. Benih cinta pun bertamah tumbuh di hatiku. Dan pada waktu belajar aku tak sadar diri aku termenung melihat dia dan dia pun melihatku yang termenung itu, dan dia heran melihatku mungkin dalam pikiran ku dia heran melihat ku.dan dia menyapa ku dengan senyuman nya dan dari situlah aku yakin bahwa sanya dia pun punya perasan sama dengan aku.
Kemudian esoknya aku kembali melihat dia walau dari kejauhan. Aku terus memandangi dia. Bagaimana nggak suka dengan riri dia itu menarik orangnya. Walaupun pendiam. Tetapi senyumnya manis,putih,pintar lagi orangnya. Walaupun aku hanya bisa mencintai dia secara diam-diam karena aku nggak berani untuk mengungkapkan perasaanku ke riri. Pada saat mau istirahat ketika aku mau keluar aku memberanikan diri ke dekat bangku nya meskipun aku sangat gemetar kalau disamping nya.Aku nggak sadar lagi lantaran asik nya aku memandang dia meskipun mulanya aku malu membuatku jadi terpukau (ke-gr-an) aku dalam hati.dan setelah lonceng berbunyi mau waktu mau pulang dia membisik kan kepadaku untuk tinggal sebentar ada yang mau dia omongin dan aku menjawab nya "ia" tapi kenyatan nya aku malah terburu-buru untuk mau pulang mung kin dalam diri nya dia merasa kecewa terhadap apa yang aku lakukan.

dan esok hari nya lagi dia menanyakan nya bahwa kenapa kamu tidak mau jumpa sama aku dan aku menjawab dan memberi alasan yang gak yang gak jelas sangking malu nya aku kalau melihat dia.

dan dihari selanjut nya lagi diwaktu mau pulang di mengajak ku lagi untuk ketemuan setalah pulang sekolah tapi aku sangat malu jumpa sama dia entah kenapa dalam diriku tapi aku sangat suka sama dia,namu pada ahir nya aku mulai mengulangi perbuatan ku yang pertama itu untuk mau pulang dan ahir nya kami tidak jadi ketemuan dan dia sangat kecewa dan setalah itu aku berpikir kok setega itu aku membohongi cewek,dan itu dalam pikiran ku.
dan setah itu aku selalu terbayang pada diri nya apalagi menjelang mau tidur.dan aku ingin mengung kap kan perasanku untuk pada nya ,tapi dalam diri ini rasa tidak sanggup sangking pemalunya aku kalau melihat dia,tapi itulah heran nya dalam diriku hanya mendekati dia aku malu,tapi kalau sama cewek yang lain aku berani mendekati nya,dan aku berpikir mungkin ini yang dinamakan cinta.dan Entah kenapa hati ini ketika mendengar ada cowok lain yang mendekati dia . Hati ini terasa seperti dihancurkan oleh ombak hingga berderai. Apalagi ketika aku melihat dia dengan cowok lain aku menjadi sedih membisu. Waktu terus berlalu hingga perasaan ini ingin aku ungkapkan tapi tidak pernah kunjung di ungkap kan.

dan dihari selanjut nya diwaktu ada acara buka bersama waktu bulan ramadan kami satu lokal buka bersama di rumah teman kami dan setelah mau pulang rupanya dia bawa kawan cewek juga tapi diwaktu mau pulang kawan nya itu pergi sama cowok nya hingga si riri tidak ada lagi kawan nya untuk boncengan dan ada salah seorang kawan kami cowok untuk mengajak dia boncengan tapi si riri tidak mau dan ahir nya dia memilih aku untuk boncengan sama dia,mula-mula aku malu dan ahir nya aku mau dan di dalam pikiran ku aku sangat bahagia bisa boncengan sama dia dan dalam perjalanan kami bercerita-cerita dan disitulah aku mulai bertam suka sama dia dan ingin mengungkap kan nya tapi dalam diri ini tidak sanggub untuk mengungkap kannya dan setelah mau tidur aku selalu terbayang dan aku menyesal tidak mengungkap kan perasaan ku waktu itu.dan selah itu kami naik kelas dan kami berpisah lokal tetepi perasaan ku tidak berpaling sama dia.

Dan saat aku kelas IX. Baru kali ini aku merasakan cinta yang sangat sedih karena perasaan cinta yang belum sempat aku ungkapkan dan selalu aku simpan dengan diam-diam agar tidak ada yang tau Apalagi teman aku bilang ke riri kalau aku nitip salam. Itu membuatku lebih malu lagi. Tetapi saat itu riri bilang salam balik. Aku rasanya ingin melayang-layang karena kegembiraan ku. Dan waktu itu aku masih ingat pernah sekali jumpa di parkir sama dia waktu mau pulang aku memberanikan diri padanya untuk menyapa dia dan kami ngobrol sebentar dan dia ngasih aku permen dan didalam persaan ku itu aku sangat bahagi jumpa sama dia dan aku sangat bersukur jumpa sama dia meskipun hanya sebentar dan aku berTerima kasih ya Allah engkau telah memberikan kebahagiaan pada aku walaupun hanya beberapa menit. Setahun berlalu. Dan setelah itu aku tidak pernah mendengar kabar tentang riri lagi dan Apalagi dikarenakan lokal kami yang berbeda hingga membuat kami berjauhan.

Saat itu aku bahagia membayangkan kisah yang pernah kami lalui dulu. Kenangan yang mekar masa-masa sekolah ku itu yang membuatku bahagia. Dalam hening selalu terbayang wajahnya yang manis,baik. Sampai akhirnya sulit aku lupakan dan aku ingin mencintai. Mungkin sang maha kuasa masih belum izinkan aku dan riri untuk mengungkapkan perasaan sama dia. Mungkin ini yang terbaik buatku agar bisa menjadi manusia yang lebih sabar lagi.

Selain itu didalam diri ku aku mengibarat/membayang kan nya bahwa dia adalah pacar ku sebagai motipasi untuk menjalani kehidupan ini meskipun dia tidak ada hubungan kami saat ini.

Mungkin ini takdir yang harus aku jalani dengan lapang dada. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di kedepan harinya dan akan seperti apa. Mungkin sang maha kuasa menyimpan kebahagiaan untukku dan akan membukanya di lain waktu. Dan aku hanya bisa bersabar dalam menjalaninya. dalam hati aku bercerita dan memohon dengan Allah agar perpisahan ini bukanlah yang terakhir karena aku sedih bila jauh darinya. Tapi itu semua adalah takdir dari sang maha kuasa yang tidak bisa aku hindari. Sekarang hanyalah kenangan yang menjadi cerita indahku dengan riri Dengan riri lah cinta pertama aku yang tak pernah aku lupakan hingga sampai saat ini.
Terima kasih ya Allah engkau telah memperkenalkanku dengan riri walaupun terlalu singkat dijalani. Tetapi hambamu ini telah bersyukur mengenal dia meskipun hanya waktu SMA.




By:Riski adongan
Blog:riskiadongan86blogspot.com
SMA RANAH BATAHAN T.A.2016

Comments